Saturday, December 20, 2008

di puji itu..ehem!

Pernahkah kalian maksudnya kamu, aku, menyadari (ah, pake kita aja dech..) bahwa sebetulnya kita itu adalah makhluk2 yang haus pujian??? Sadar enggak sadar terima kenyataannya. Jangan berargumen dulu, karena inia dalah fakta yang tidak memalukan dan tergolong normal. Bukan hanya wanita (karena ada yang pernah bilang padaku bahwa menghadapi wanita itu harus banyak2 dengan pujian), lelaki pun tak kalah sukanya kalau dipuji.
Pujian ini kita dapatkan semenjak kecil, bahkan baru lahir cenger dah dipuji. "Alhamdulillah.. lanang, guanteng kaya bapake.." Meskipun notabene idung pesek kayak bolam philips, kalau anak sndiri pasti dibilang ganteng khan? Itulah awal dari kesalahan kultur di dunia ini. Gimana gak gila pujian semua, lah dari lahir udah dipuji. Besar dikit..bisa bilang Mi.. Bi.. "Alah2.. anak abi dah bisa ngomong, ckckck.. pinter2.." Hayyah.. belom lagi kalau bisa nulis, bisa baca, bisa be'ol di kakus.. akan tambah banyak pujiannya. (Ini fakta: bahkan ketika adik lelakiku kencing di muka mbah Darinem, dukun bayi.red. mbah dukun itu bilang: Thole ganteng.. malah manthuri mbahe..). Wong anak kecil kencing dimukanya malah dipuji ganteng, khan gak logis. Kenapa gak dibilang langsung: Thole, yang kayak gini gak sopan.. Ngerti gak ngerti gak masalah, at least, si bocah bagus tadi lama2 akan paham kalau kencing di muka orang tuh gak baik.
Semakin tua, semakin gila pujianlah semua orang. Makin kecanduan orang akan pujian, makin merana hidupnya. Jangan bilang kalau kita gak suka dipuji. Sekali lagi simpan argumen ini.
Dengerin dulu.. Ketika kita menuliskan sesuatu di blog misalnya, kita akan mendapatkan comment entah apa saja dari mana saja, rasanya pasti akan lebih indah mendapat comment yang enak plus memuji dibandingkan dengan yang mengkritisi. ketika kita melakukan kerja spesial misalnya, dengan misi tertentu dari perusahaan, kemudian kita melakukannya dengan sangat baik (wah, mumtaz jiddan poko'e), kemudian si manajer cuman bilang: not bad.. halah.. rasanya akan luluh lantah tulang2 kita. Berbeda dengan manajer yang bilang : good job guys.. meskipun dengan bonus yang sama jumlahnya. Ngaku? gila pujian enggak?
Nah.. ini masalahnya yang sering dimanfaatkan orang2 yang pandai mencari peluang. Kalian yang berposisi jadi Bandotan Of System alias BOS, hati2 dengan anak buah yg duka "ngatok" dengan senjata pujiannya ini. Apa lagi kalo kalian ini tipe2 gila pujian yang sudah parah. Para wanita juga banyak menjadi korban dengan adanya orang2 pandai mencari peluang ini. Orang idung pesek dibilang mancung juga bahagia.. padahal jelas2 ini pujian yang gak jelas n berbumbu bohong. Tapi anehnya, kalo dibilang pesek, malah kadang marah, padahal fakta. (jadi inget slank... ngebo'ong salah, jujur malah tambah salah)
Pujian oh pujian..
Kadang ada yang bilang :aku gak suka dipuji. Gombale mukidin! Jangan percaya dech.. meskipun begitu.. ada rasa aneh menjalar pada orang yang bilang gak mau dipuji itu, rasa bahagia..
Pujian tuh penting pren...jangan remehkan pujian...jangan mati karena pujian...

No comments:

Post a Comment

In a nut shell

Jika Allah yang menolong kamu, maka tiadalah yang dapat mengalahkanmu, jika Allah membiarkan kamu (tidak menolongmu)maka siapakah yang dapat menolong kamu selain Allah. -Ali Imran 160