Friday, January 23, 2009

How Hard U did??




Hard worker, itulah pekerja keras katanya publik.
Apa pekerja yang teriak keras2? ini namanya pembodohan publik.

Setiap pagi, dia akan mendorong trolley beratnya menuju ke Sun plaza, seratus meter dari blok tempatku tinggal sekarang. Sekitar jam 8.30 pagi dia akan melewati sekolah ahmad di bawah blok 317. Begitulah dia, entah aku juga ga tau siapa namanya. Dia memakai "seragam" , kalau boleh ku bilang itu seragam. Sepasang baju, tepatnya baju tidur, yang selalu dia pakai tiap pagi. Setahuku dia memakai dua macam motif yang berbeda, dengan warna yang hampir sama, biru muda.
Rambutnya pendek, memutih semua, tubuhnya bongkok, mungkin karena dia dorong trolley yang agak rendah. Namun ketika kulihat dia pencet tombol liftpun, tubuhnya ga tegak juga, berarti positif, itu orang bongkok. Trolley itu berisikan kardus2 bekas yang dibawanya dari Sun plaza. Kalau menurut pengamatanku, dia lebih dari sekali pergi ke Sun plaza. Pagi hari sebelum Sun plaza buka (bukanya pukul 10 pagi, perpus pukul 11 pagi), sekitar setengah sembilan dia uda balik dari sana. Berarti dia sudah keluar rumah seelum pukuk delapan, mengingat jalannya yang menurutku hanya 1 km perjam. Maklum, menurut penglihatanku usianya sudah diatas 65 tahun. Berbadan kurus, bahkan lebih kurus dariku.
Dia tinggal di blok 317, tempat ahmad sekolaj, di lantai 16, paling ujung untuk ukuran rumah flat di sini. Tangan2 keriputnya yang kdang mengingatkanku akan kekejaman dunia. Siapakah dia? Adakah keluarganya?Tinggal dengan siapa dia? Apakah dia melakukannya karena hobby, pikun, atau memang kehidupan memaksanya untuk demikian?
Pandangan orang di luar negara kecil nan megah ini, penduduknya kaya semua, g ada yang miskin. Namun disebalik semua gedung bertingkat yang menjulang, ada juga mereka yang satu keluarga hanya menempati rumah dua kamar, ada yang ga punya rumah, banyak yang dapat bantuan $400 sebulan, hanya untuk bertahan hidup. Bahkan kasus2 pencurian makanan oleh anak2 banyak terjadi karena memang di rumahnya gak ada makanan. Miris? Memang. Disebalik gencarnya eksport tenaga luar negeri untuk negara ini, khususnya tenaga domestik_rumah tangga, red. Banyak juga yang nasibnya ga jelas. Namun satu hal yang bisa kita amati kalau kita berbaur dengan penduduk sini. Adalah hal yang sangat memalukan menjadi pembantu. Adalah hal yang sangat menyebalkan menjadi ibu rumah tangga. Karena banyak orang yang bekerja di child care centre (tempat titipan anak), sedangkan anaknya sendiri diasuh pembantu, orang jawa lagi. hihihi...
Terlepas dari intermezo tersebut, kita kembali ke si nenek tua tadi. Yang bisa aku lihat dari pribadi dia..dia adalah pekerja keras sesungguhnya. Memang di sini banyak para pensiunan yang bisa bekerja lagi di sektor non formal. Maka jangan heran kalau lihat tukang sapu di mall, supir taksi, tukang potong rumput, tukang bersihkan WC, pelayan rumah makan, dan sebagainya adalah para pekerja berusia tua. Mereka adalah manusi2 super yang tak mau tinggal diam. Ada yang karena memang jenuh dengan hari tuanya, ada juga yang memag g ada pilihan lain. Tapi banyak juga yang manja2 di dorong dengan kursi roda oleh pembantu rumah tangga, orang jawa lagi. heheheh..
Hard worker never dies..mungkin itu yang mau dibuktikan nenek tua itu pada dunia. Dengan kemampuan jalan yang hanya setapak demi setapak..(lha masak mo lompat???), dia menyusuri jalan, mengambil kardus2 bekas, membawanya pulang, yang entah untuk apa kardus2 itu. Kalau untuk main rumah2an..kayaknya ga mungkin dech yah..yang mungkin hanyalah dijual pada karung goni, alias pemulung pada hari2 tertentu. Ah.. kadang aku malu melihat diriku sendiri. Kerja ringan, masi mengeluh, badan sehat ga dimanfaatkan dengan baik, otak bagus, bukannya buat belajar malah buat mikir yang ga bener...
Owalah nenek tua... aku seperti melihat sosokku 40 tahun lagi..itupun kalo aku masih hidup..
So.. seberapa keras yang telah kau lakukan??Tanya dech pada diri sendiri.. masa kalah sama mak wek kayak gituh..

Thursday, January 22, 2009

Tercantik di dunia.. (read Aku cinta istriku)

Hasan menepi sejenak di jalanan menuju pesantren Umar sore itu. Jam berkunjung, seperti biasanya. Kesibukannya hanyalah berkutat dengan "istri" keduanya , laptop setelah Zulfah istrinya meninggal. Hampir seluruh waktu dia dedikasikan untuk pekerjaannya, kemudian menyisakan waktu untuk anak semata wayangnya, Umar. Bukan hanya ini kewajibannya sebagai single parent dalam mendidik anaknya, namun Umarlah yang selalu mengingatkan dia akan cinta sang istri, yang kenyataannya Allah lebih menghendakinya.

"Ah.. semoga dia dalam cintaNya.." gumam Hasan dalam letih.
Hanyalah Hasan, yang sore itu lebih memilih jalan kaki dari pusat perbelanjaan dekat kantornya menuju pesantren anaknya. Sambil refreshing, menghilangkan jenuh. Di tepi jalan itulah, tiba2 matanya menangkap sesosok pemuda berdiri dengan kantong plastik merah. Mukanya menunjukkan muka2 menunggu seseorang.

Dari pada sendiri melamun, pikir Hasan, lebih baik dia ngobrol sedikit dengan pemuda itu.
"Salamualaykum.."sapa Haasan ramah menghulurkan tangannya.
"Alaykumsalam warohmatullah.." jawab pemuda itu singkat. Dia masih muda, sekitar 25 tahunan.
"Sedang menunggu kawan de'?"tanya Hasan
"Hm.. sedang nunggu istri Mas" jawabnya singkat
" (Hm.. sudah beristri rupanya..") Hasan berkata dalam hati.
"Istri sampeyan dimana?"
"Di mesjid itu, lagi ikut kajian kamis sore. Biasalah mas, kegiatan para istri.. Kalo istri mas berminat, bisa ikutan kok. gratis, tambah ilmu lagi". Timpal pemuda itu agak panjang.
"Iya, mungkin kalau istri saya masi hidup, dia akan suka pergi ke mesjid itu.."
"Y Allah.. Innnalillah..maaf Mas.. jadi bikin sampeyan sedih"
"Gak kok, bukannya yang hidup pasti mati..seperti kita ntar nyusul juga kesana.." Hasan dengan sok tegar.
"Mas ndak nikah lagi Mas?"Tanya pemuda itu.
"Hh... entahlah. Rasanya Allah mungkin hanya memberikan jodoh itu untuk saya sekali saja. Hidup saya habis untuk kerja, kerja dan kerja. Sisa dikit untuk anak saya satu2nya.. Dulu waktu masih bujang, pengen banget punya istri, punya anak, punya rumah.. Sekarang sudah keturutan semua. Tapi istri saya diambil duluan. Rasanya entahlah..hidup ku ini kok ya kayak nganggur aja" Hasan bercerita tentang apa yang dia rasakan. Entah kenapa rasanya nyaman cerita dengan pemuda yang baru dia kenal itu.
"Kenapa ndak nikah lagi Mas?" tanya pemuda itu lagi
"Belom ketemu jodohnya.. Aku pengin nyari istri seperti istriku, yang bisa mengerti aku seperti dia mengerti aku"Kata Hasan lagi
"Ah, sampeyan ini Mas. Lha wong dua orang kembar aja wataknya belom tentu sama kok, sampean ki mau nyari orang lain yang sama, ya kapan nemunya?"
" Memang.. tapi selama ini banyak yang deket, tapi ndak ada yang bisa ngertiin aku seperti istriku, masa aku mau asal comot" Jawab Hasan.
"Bukan asal comot.. memang jelas kriteria mencari istri menurut ajaran agama kita memang yang baik agamanya, baik keturunannya, kaya, cantik. dan sebagainya..bibit, bebet, bobot. Tapi Mas.. yang namanya syarat kan ndak harus mutlak. Ndak harus urut kalau belom bisa urut.. Bukankan tugas kita sebagai lelaki untuk memperbaiki, kalau ternyata wanita yang kita nikahi kurang baik. Kita yang harus mendidik, jika wanita yang kita nikahi kurang ilmu..Kita yang harus mempercantik dia dengan kasih sayang kita jika dia kurang cantik, Kita yang harus memperkayanya dengan syukur pada Allah jika dia kurang kaya.."
Hasan termenung sejenak.. Berpikir..
"Owh.. mungkinkan aku terlalu tinggi menetapkan syaratku ya?" Tanya Hasan.
"Itu sampeyan tanya diri sendiri aja Mas.." Pemuda itu tersenyum kecil.
Kemudian Hasan bertanya hal yang dari tadi ingin dia tanyakan, karena kelihatan sekali pemuda itu sangat santai mengenai masalah isteri.
"Bentar2.. kalau istrimu gimana de'? apa dia nggak cantik?nggak kaya?bukan keturunan orang baik2? gak pinter juga?" tanya hasan yang dibalas dengan senyum lebar pemuda itu.
"Istriku itu Mas.. wanita tercantik di dunia ini..sangat cantik, baik dalam gelap maupun terang" jawab pemuda itu.
"Nah.. tuh, kamu juga suka yang cantik2.. Terus? Kaya kan?"
"Pasti. Dialah wanita terkaya dalam hidupku.. Yang selalu mengingatkan aku, betapa miskinnya aku di depan dia.. Jadi aku menghargainya sebagai istri dan orang yang kaya. Baik dalam senang maupun susah"
"Wah2.. kalao gitu aku juga mau" Timpal hasan diiringi gelak tawa mereka berdua. Bersamaan dengan itu muncullah di depan mereka sosok wanita manis, berkaca mata , berjilbab lebar dengan tongkat kecil di tangannya.
Pemuda itu segera menghampirinya..Kemudian menuntunnya ke arahku.
"Nih Mas, kenalkan istriku..katanya dengan senyum lebar"
Wanita itu hanya tersenyum simpul..menangkupkan ke dua tangannya di dada sebagai salam dan tersenyum ke samping kanannya.
"Ehm.. diajeng.. Orangnya di sebelah kiri diajeng.., Mas dia ucapkan Assalamualaikum sama sampeyan.."
"Alaykumsalam...MasyaAllah..............." Hasan hanya melongo. Diam tak bergerak. Dia tak mampu melihat..tak mampu berbicara..hanya tangannya yang bergerak2 kecil ke arahku..
"Udah dulu Mas ya.. kami pulang dulu.. semoga Allah cepat memberikan jodoh buat sampeyan.. Assalamu'alaykum.."
"Alaykumsalam..warohmatullah..."
Hasan seperti orang habis kesambet, melongo..
Ya Allah.. pemuda itu menyadarkanku. Bahkan selama ini aku hanya melihat perempuan dari mataku, hatiku buta karena gerlap dunia. Padahal wanita tadi di mata pemuda itu adalah yang tercantik di dunia. Tentulah Kau bukakan mata hatinya y Allah.. Wanita itu juga terkaya sedunia.. Tentulah dia ahli syukur atas nikmatMu ya Allah.. Sedangkan aku?? Hanya pengeluh yang sering lupa dengan semua anugerahmu, bahkan melihat dengan mata keduniawian. Bersyukur dalam sujud, kemudian lupa di saat masalah datang padaku. Lupa bahwa engkau telah memberiku banyak hal.
Dua titik bening titik bening jatuh di pipi Hasan.
Zulfah, semoga engkau dalam cintaNya.. Mungkin aku mulai lupa akan kata2mu dulu, bahwa akan ada penggantimu, hanya aku yang buta dan tuli oleh duniaku.

Hasan melangkah, menuju pesantren Umar yang tinggal beberapa puluh meter lagi.



Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah s.a.w.bersabda:
"Tiga perkara siapa yang memilikinya Allah akan melindunginya dibawah lindungan dan Allah akan memberi rahmat kepadanya, serta memasukkannya ke syurga, yaitu: orang2 yang apabile diberi sesuatu nikmat ia bersyukur, apabila ia mampu membalas akan memaafkan, apabila dia marah,akan menahan kemarahannya"

Monday, January 19, 2009

Am I crazy yet???

It sounds so crazy
When I trust a person like I do to my self
When peaople around me tell me about him
What ever it is.. Only God knows
And my heart ofcourse

I -till this time- still trust you, Like I trust the next sun rise tomorrow morning
Still be myself and keep moving towards my destiny
Reaching everyseconds of my chance to get to know you
Eventhough it's hard to believe sometimes

But you
just like a daffodile in the end of winter
Starting spring in my life
So I can see the sun, rising up for the second time
This world, rotates again after it stopped for long time

It's like hundred years of waiting till that day
But it's always very exciting to me
eventhough we still don't know what gonna happen is
Just let's never stop hoping for the best to us

To someone who helped me on my decision, deep down inside this heart.. Iam proud of you, And I'll always be.. Take care u there..

Ketika aku harus jujur..

Pukul 10 malam.
waktunya tidur untuk orang2normal, ketika Madam memintaku menarik jari2 kakinya. Konon ini sudah menjadi obat atau tepatnya candu buat da, karena tak pernah terlewatkan sealampun tanpa sentuhan tanganku, hihihi. Parah!
Seperti biasa dia akan curhat tentang tempat kerjanya, krisis yg terjadi ataupun rencana2 liburan. Malam itu kami membicarakan rencana ke Pulau Tioman. Ahh..penginnya..aq ikutan. Kemungkinan besar harus ditempuh lewat jalur udara mengingat kondisi fisikku yang aneh bin ajaib, naik becak aja bisa mabuk. Apalagi ke Tioman, perjalanan lautnya harus empat jam. Sama dengan ke pulai Pemanggil, yang akhirnya aku teler muntah sampe yang keluar warna kuning ijo, hiiii...weeks byorr..
Yang membuatku kemudian berpikir adalah trip itu akan dilakukan pada saat liburan maret nanti. Duh.. rasanya dag dig dug aku mau menyatakan niat kepulanganku. Akhirnya nyeplos juga dengan sedikit ragu-ragu:
"Ibu.. I think I am going home this march.." suaraku bak hilang dikerongkongan.
Sontak madam bangkit duduk
" What?? no kidding.. hah? I paid all ur insurance already.. Why did u do this to me? ketuk pala km nak balik kampung.." Kata madam dengan nada agak tinggi.
" Hm.. this is serious.. I mean it, i wan to go home this march?"
" Can't u wait for 6 more months??"
"Iam afraid I can't.."
Tuhan, entah salah atau benar, namun berkali kutanyakan padaMu tentang hal ini,dan kau menuntunku ke arah ini. kami diam sejenak, kemudian madam berkata lagi. Aku masih menarik jempol terakhirnya.
"Talk to Bapak now, if u mean to. The faster u tell him, is better.."
Duh. Inilah yang paling aku takutkan. Panggil aku chicken, tapi hal yang kulakukan memang sudah keterlaluan.
Akhirnya malam itu aku duduk seperti seorang terdakwa (meskipun memang pernah mengalaminya di PN Ponorogo.. yg nih lebih nakutin!). Argumentasi entah berujung dan berpangkal dimana malam itu. Yang jelas aku meyakinkan mereka bahwa aku akan baik2 saja di sana, menemukan pekerjaan baru, dan ga akan menyesal balik ke rumah. Meskipun Bapak berat melepas, dengan segala alasannya. Namun ga ada yang bisa mencegah ketika keputusanku sudah bulat. Tentang alasan kenapa aku pulang leih dari tiga kali Bapak tanyakan padaku.
"I will release you, but give us the best reasons why you must go home this early.. Does anyone offer u better salary?" Bapak dengan nada khasnya
"Ya.. you better be frank, If anyone offers u better salary, u must take it. But you must tell us.." Timpal ibu.
Runtuh..hatiku saat itu. Aku berkhianat, itu yang aku tahu. Ini bukan karena offer dari manapun, bukan karena gaji lebih tinggi, bukan karena seperti apa yang mereka tanyakan. Ini adalah pilihanku yang tertunda sekian lama. Bersabar menjadi sebuah lilin yang mencoba bertahan dengan api menyala meskipun di tengah badai. (wess..w.s. rendra kalah..). Semua mengalir malam itu, aku bercerita panjang tentang sebenarnya aku, mengapa sampai di sini, dan segala masalahku. Alhamdulillah..meskipun alot, terurai juga keinginanku.
Detik2 terakhir terlontar juga pertanyaan bapak apakah sebenarnya aku sudah muak jadi pembantu. Spontan ku jawab: "Yess.. that's also my reason.." Thuink! Tentu saja bapak sama sekali ga setuju dengan alasan ini. Perasaan muak ini akan membuatku mengambil keputusan dengan emosi, dan banyak lagi akibat di dalamnya. Beliau juga takut nantinya aku merepotkan orang rumah, bukankah lebih baik tinggal di sini, semua bebas dilakukan, ga jadi beban.. Tapi Tuhan.. Tempatku bukan di sini..

Dan terakhir kali bapak bilang: "I can sense.. somebody offers you something special at home... even though you don't want to tell me.."
Pembicaraan ditutup.. ga pake doa penutup majlis.. Hihihi.. pukul 11.30 malam.

Akhirnya..kutepati janjiku beberapa bulan yang lalu.. (InsyaAllah)
Semoga pilihanku benar, semoga kakiku kuat untuk menempuhnya, meskipun aku tahu kerikil tajam menantiku...

Tuesday, January 13, 2009

AWAS CRAB!

Akhirnya nulis lagi setelah berhari-hari atau tepatnya berminggu2 vacoom sibuk dengan hati sendiri. Kali ini ada sebuah pelajaran bagus yang saya dapat dari Keppel Towers tempat Adam Khoo dan kawan2nya bercokol. Masuk gedungnay millionaire muda, ah, rasanya ngiri. Bisa punya gedung megah di kawasan se bagus ituh. Siapa yg ga tau Keppel Towers. Elit jelas, bisa kita lihat dari biaya Electronic Parking Systemnya. Kalau satu jam sudah lebih dari $1'80 berarti gedung itu bisa dikatakan elit. Sejajar dengan pusat elektronik di Sim Lim building.
Sebuah siang habis dhuhur beberapa waktu yang lalu. Ini hasil translatenya, kalo pakai bahasa london ntar banyak yg protes lagi.
Singkat saja, seorang pembicara seminar mini tentang motivasi dsitu bercerita tentang seorang nelayan (katakanlah dari indonesia) yang bertemu dengan seorang turis dari Irlandia.
Nelayan tersebut kebetulan menangkap sekerenjang kepiting. Diletakkannya keranjang kepiting itu di pantai, kemudian dia beristirahat.
Tak berapa lama kemudian datanglah turis dari Eropa yang menghampiri nelayan itu.
" Cak, kok kepitingnya ndak di tutup yo opo se? gak podo lari nanti??" Tanya si turis dengan logat Ireland nya..(emang logat org irlandia kdang kyak orang malang kuk, maksa........)
" Ga masalah, gak bakal dia mampu lari, buktikan aja nek ga percoyo. Aku tak pulang sebentar, tolong tungguin ya, bentarv lagi ada tengkulak beli". Jawab si nelayan se enaknya sambil lalu.

Si turis merasa tertantang dibuatnya. Apa iya sekeranjang kepiting yang endut2 itu akan bertahan di dalam dan ga keluar2?? Kemudian denagn sabar dan seksama, dia menjaga keranjang kepiting itu. (Ni turis rada o'on tapi cukup curious loh). Setelah satu jam berlalu, herannya tak satupun kepiting keluar dari keranjang ituh. Hebat! Pikirnya! Ternyata si nelayan benar, tak satupun kepiting itu yang tentunya masih pada hidup dan merangkak2 keluar dari keranjang. Magic apa yang si nelayan ini gunakan. pikirnya dalam hati.

Sejurus kemudian datanglah si nelayan dengan tengkulak yang akan membeli kepiting.
"Yo opo cak, gak keluar kan kepitingnya??" Tanya si nelayan penuh kemenangan
"Yes, bener2.. ga keluar satupun. Anyway.. Sampean gawe jampi2 opo se cak?" Tanya si turis penasaran.
Si nelayang hanya senyum tipis dan mengangkat keranjang kepiting itu, menyerahkannya pada tengkulak sambil berkata:
" Cak, kepitingpun sama dengan kelompok manusia egois. Ndak akan rela kalo sodaranya lebih baik dari dia.. Kasarane, kalo mau ke neraka..ya mangga sama2. Kalo mau k surga, aq aja, kalian gausah ikut.."
Si turis manggut2..sambil melongo..kira2 paham ga yah dia??


Intinya kawan2..
Kadang dalam berkawan kita merasa kawan kita lebih dari kita atau sebaliknya. Di sinilah point yang harus kita waspadai. Berhati2 dalam bergaul adalah penting, meskipun bukan berarti kita harus memilih2 dalam berkawan. Dengan siapapun boleh saja,a sal batasa antara kita jelas. Kalau kita temukan kawan yang seperti kepiting ini, dimana mereka akan menarik tiap langkah kaki kita ke bawah setiap kali kta mencoba merangkak menuju ke arah yang lebih baik, bukankan lebih baik kita tinggalkan kawan tersebut, komunitas tersebut.
Memang kadang sangat sulit untuk kita meninggalkan apa yang sudah kita dapatkan, apalagi sebuah kominitas yang kita sebut persahabatan. Namun adakalanya kominitas tempat kita tidak mendukung kita menuju masa depan yang baik. Malah komunitas itu menjadikan kita makin terpuruk ke lembah hitam, yah..seperti kepiting tadi. Yang tidak akan bisa keluar dari keranjang karena sekali kita merangkak keluar, kaki kita akan ditarik balik oleh kominitas tempat kita yang tidak membangun.

So, sekedar saling mengingatkan saja..
crabs are everywhere.. Watch out!

In a nut shell

Jika Allah yang menolong kamu, maka tiadalah yang dapat mengalahkanmu, jika Allah membiarkan kamu (tidak menolongmu)maka siapakah yang dapat menolong kamu selain Allah. -Ali Imran 160