Tuesday, September 29, 2009

FROM CHATTING TO WEDDING


Finally..lagi_lagi_jq and nita_bteslamet menikah


Dibilang unik? biasa aja.. Dibilang aneh? karena manusianyalah yang aneh.
Alkisah dua buah ID di Yahoo Massanger yang sering bertemu secara tak sengaja, karena hampir tidak pernah kedua id ini janjian atawa sejenisnya kalau lagi online. Hanya tanpa sengaja mereka online pada jam2 yang sama. Jam 8 pagi waktu singapore atawa jam 9 pagi WITA. Kalau ga salah sich gitu perbedaan waktunya dulu.

Setelah beberapa bulan ikut dengan keluarga madam di Singapore, aku mulai bisa mengakses komputer dan internetnya. Free di rumah madam, 24 jam kalau aku mau. Tapi tentunya aku tidak bisa lepas begitu saja dari tugas rutinku yang menyita waktu. Jadi kadang aku online hanya satu atau dua jam sehari. Kalaupun online lama, hanya id-ku yang kupasang online dengan anda pesan masuk panjang yang keras sekali, jadi walaupun aku melakukan tugas, PC akan berteriak memanggil jika ada esan masuk. Efektif untuk manusia dalam posisi sepertiku, Pembantu Rumah Tangga di luar negeri.


Berawal dari isengnya masuk ke conference sebuah chat yang di prakarsai id: koko.sulistyo yang pada saat itu adalah teman chatting dari nita_bteslamet, akhirnya bertemualah id nita_bteslamet dengan lagi_lagi_jq. Nah dari situlah kisah berikut mengalir.
Mulai dari chatting biasa hingga saling menelusuri minat dan bakat masing-masing. Hingga keisengan-keisengan biasa di dunia maya yang membuatku kadang tertawa geli. Profile yang lucu, unik, dengan cerita-cerita yang menantang. Banyak memang yang seperti ini, ada yang ngajakin ketemuan, ngajakin pacaran, sampai ngajakin kawin. Ah, dunia maya.. siapa yang tahu.. Tapi entah angin aneh dari mana kali ini aku terjebak dalam posisi "kurban" keisengan. Maka jawaban iya2 aja terlontar ketika ada tawaran menikah. Padahal sebelumnya akulah penentang cyber bullying yang banyak mematahkan hati para kurbannya hingga ke dunia nyata, bahkan banyak kasus bunuh diri karenanya.
Seiring dengan waktu semua menjadi kabur. Berbulan-bulan perasaan aneh menjalar. Antara benci dengan tindakan yang kulakukan sendiri, menyiksa hati karena berharap pada layar komputer hingga menunggu seharian sampai muncul id YM lagi_lagi_jq. Merasa bodoh karena menjadi kurban cyber bullying juga karena menganggap 1000 banding 1 keberhasilan hubungan seperti ini. Ditambah dengan ketidakpastian akan apa yang akan terjadi nanti. Apa aku akan bertemu dengannya ketika aku pulang nanti? Padahal aku masih harus menyelesaikan lebih dari setahun masa kontrak, karena harus ku perpanjang setahun lagi. Apakah hanya berakhir di sini setelah habis berpuluh calling cards (hello card milik singtel)? Apakah starhub yang menghubungkan kami tak mampu membuat kami bertahan selama itu?

So far..so confusing...Peang rasanya kepalaku. Mikir ini, mikir itu, beribu kemungkinan buruklah yang muncul. Gimana kalau sebenarnya id itu adalah kakek-kakek tua yang sudah bercucu lima? Giamana kalau dia sebenarnya bukan manusia nyata? Gimana kalau dia perempuan?mengingat seringnya aku chatting dengan id laki-laki? Kualat kalau orang jawa bilang... Lebih parah lagi..Gimana kalau seandainya kami benar-benar bertemu di dunia nyata terus masing-masing dari kami illfeel? gak mood liat idung amsing-masing? Kataku dalam hati: Kalau dia cyber bully, aku tonjok dia seketika!!
Akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri masa kerja sebelum kontrak habis. Bukan hanya karena id aneh itu, melainkan mengingat usiaku yang semakin bertambah, akan menjadi useless kalau kuhabiskan bermain-main di negeri orang. Yah, aku pulang. Bismillah..ku tinggalkan Changi airport dengan tetesan air mata aneh. Kasih sayang ahmad kecil yang sampai saat ini ku rindukan, persahabatan madam, bapak, and kakak.. Masakan ibu parni yang best.. teman-teman TKW yang masing-masing hadir dengan berjuta keanehannya... Apakah balasanMu nanti wahai pemegang nafas dan nyawaku?

Adi sumarmo Solo. Makin dekat rasanya aku dengan takdirku bersama id aneh itu. Bahkan hingga saat itu belum ada kepastian apakah dia akan pulang juga? At least mengunjungi keluarganay di rumah, hingga bisa menyisihkan waktu buatku? Lima menit, hanya itu. Karena percaya atau tidak, aku hanya bisa melihatnya sekali lewat webcam dari Singapore, hanya sekali. Setelah semua hal yang bikin ruwet dan pusing...

Hari berganti hari... 9 April 2009.Indonesia Pemilu. Sebuah janji kepulangan dari seseorang yang membuatku kembali optimis setelah berhari-hari kupikirkan lagi, apakah kepulanganku ini benar? Singkat cerita inilah dia si lagi_lagi_jq mengucap salam di depan pintu rumah jam 8 pagi, bahkan terlalu pagi untuk acara kopi darat. Diiringi oleh seorang sahabat dari dunia maya juga;untingers (thanks kang unting, kau membantu melancarkan segala urusan). Ibu melarangku keluar, beliau bilang, lihat dulu orangnya, kalau bertampang preman jangan ketemu dengan dia sekalian, dari pada kecewa di belakang, mengingat kisah kami yang hampir setahun hanya lewat ketikan di window YM. Sejurus kemudian, ibu menyuruhku keluar...
Inilah pertama kalinya aku bertemu dengan dia, si gokil berbadan kecil, imut, yang sekarang duduk bersandar di sofa dengan senyum anehnya juga.
Akhirul kalam 24 sya'ban 1430 Hijriyah jam 12 siang molor sedikit , resmilah kami menjadi suami isteri dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang tunai 500 ribu rupiah dibayar tunai. dan sebuah cincin hadiah perkawinan dari lagi_lagi_jq yang sampai sekarang kebesaran.. :))


agenda awal kami adalah: kenalan yuuuuk....

Hebatnya rasa dan do'a hadir dalam setiap sujudku bersyukur pada Ilahi robbi
dengan karunia terindah sepanjang hidupku
membayar tiap air mata kekecewaan pada makhluk-makhluk ciptaanNya sebelum itu.
Dua kali pertemuan bagi kami cukup untuk memutuskan bahwa kami mampu menjalani ikatan terkokoh ini.
Semoga yang mengikuti jejak kami disegerakan dan dimudahkan olehNya.
Terima kasih untuk dukungan teman-teman semua, yang belum cepetan nyusul..

thanks to: koko.sulistyo, untingers, cepik_lagi,reog_84,reog_tester,de_sarachen, devility_101, anita_choirunnisa,kusma_jaya,anif_halidea,lamto,u_meong, sweet_punk_q,papa_qir, dan pihak-pihak lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Friday, September 11, 2009

Mukena Kucelku sayang..

Pekanbaru yang panas, seakan melengkapi suasana panasnya dunia yang makin terlihat coklat kehitaman.. Iseng siang-siang di tempat kost kami, aku buka-buka almari. Berniat pengen setrika baju swami yang udah numpuk karena menjanya si mata terserang kantuk saat puasa. Muncul juga barang yang selama ini menemaniku. Yah.. hampir lima tahun.. Kain lembut morinya sudah rapuh, mungkin kalau ada maling iseng ambil jemuran udah ilfil duluan saking nglemirnya. Bukan kumal kotor, tetap putih, namun tak sebersih dulu, saat barang itu masih baru. Bahkan renda batik di pinggirnya pun berubah menjadi kecoklatan (tadinya hitam) terkena bleach waktu di Singapore. Entah berapa banyak air mata yang tumpah juga disana, bahkan kadang ingusku meleleh juga di sana, yang lebih ekstrim..sering aku tidur di dalamnya,hangat dan nyaman..
Mukena kucelku..seharga 60 ribu rupiah, ku dapat dari uang beasiswa sewaktu masih sekolah, beli di bazaar Fakultas Pertanian. Yang bahkan hingga saat ini masih menemani sujud suka citaku..

Merenung kembali...
Saat siang2 jalan sama suami ke Ramayana, berniat cari baju buat dia. Yah, karena biasalah, lelaki yang bukan tipe metroseksual ga begitu peduli dengan penampilannya, hingga beli baju setahun sekali. Ckckckck...moga tetep begitu yah kanda.. Ingat lagi dengan mukena kucelku, ketika terpampang berjibun baju di sana.. satu lantai baju semua.. KEMANA MUKENA????? Kenapa gak ada diskon 20% plus 50% seperti baju-baju itu? Kenapa juga aku selalu beli baju baru yang bahkan ga memenuhi syarat untuk sholat menyembah dan memohon padaNya tanpa dilengkapi mukena? Betapa selama ini aku lalai... Hanya dua mukena...berpuluh baju menumpuk..
Padahal logikanya sehari minimal 5 kali kita pakai itu mukena, dicuci tiap minggu, apa gak remuk?? sedangkan baju? dicuci setiap hari, ganti lagi, besok tukar lagi... Bukankah mukena yang kita gunakan untuk menyembah dan memohon semua rizki? Tapi imbal baliknya? hanya seper sekian rizki itu kita belikan untuk sebuah mukena yang notabene kita gunakan untuk memohon kembali rizki itu? Aku malu........

Buat temen2 muslimah...yang sepertiku (semoga kalian lebih baik), yuk kita hitung berapa jumlah baju dibandingkan mukena kita yang rutin kita pakai?
Buat temen2 yang udah kucel mukenanya, hari raya ini beli mukena aja de...bajunya ntar lain hari..
Buat temen2 yang uda kebanyakan mukena..kasih lah ke siapa2 yang mukenanya kucel..
Hampir lupa.... lha temen2 cowok?? hayo loe....clana jeans belelnya seambreg..sarung aja gak ganti2 sejak sunat dulu...Malu sama style dunk bro..........!!!hehehhe



Moga2 ibadah kita diterima Allah SWT...tetep jaga hati, jaga mata kalo lg di mall, see u again next time.

Wednesday, April 22, 2009

Bila izro'il..



Selamat datang kembali  para pembaca setia rumah sederhana Tata. Kali ini postingan pertama setelah saya kebali ke peradaban asli di negeri sendiri. Masih dengan tampang kusut belum mandi postingan ini saya tulis. Bukan karena tidak adanya waktu hingga lama vakum, namun memang terlalu banyak cerita untuk diungkapkan, hingga bingung mau memulai dari mana.
Back to the topic today..izro'il..sang pencabut nyawa...
Sepulang dari Singapura, saya iseng mengunjungi sahabat kecil dulu, Mbak Aning. Masih dengan tampang simplenya baru pulang dari sawah, pagi itu kami melepas rindu setelah 3 tahun ga pernah ketemu. Banyak cerita diantaranya meninggalnya sahabat kami dulu. Konon dia meninggal kecelakaan sekitar akhir tahun 2008. Padahal sebelumnya mash bersms ria denganku, curhat tentang istrinya, anaknya, dan sebagainya. Yah..takdir Allah, jika izroil sudah turun tangan apa hendak dikata, musti ngadep juga.. Ealah..si kecil Yoga udah jadi yatim... paring sabar le..

Cerita lain mengalir ketika saya kehabisan pulsa, pamitan ke ibuk mau beli pulsa. Yah biasa buk, ke Hadi sana. Akhirnya ibu cerita juga kalau temen saya yang ini juga sudah meninggal. Diusia yang sebaya dengan saya, konon serangan jantung. Alangkah malangnya calon istrinya, yang menurut cerita ibu mereka sudah mau menikah. Hm...sekali lagi Allah menghendaki, izroil turun tangan..kepadaNyalah kita kembali..

Dari sudut lain kehidupan kampung... simbah yang punya kambingpun dapet rejeki waktu saya pulang. Kambingnya beranak dua, yang satu mati setelah lahir, yang satunya masih hidup dua hari. Mengenaskan..kelihatan sekali anak kambing itu lahir prematur, badannya lemah, belum bisa netek sama induknya, dan parahnya lagi induknya nggak mau netekin. Duuhh..mungkin inilah akibat kawin paksa, induk belum siap jadi ibu sudah dipaksa dikawinin, akhirnya jadilah dia induk yang belum mengerti tugas dan kewajibannya, netekin anaknya. Akhirnya..mati jugalah si anak kambing ke dua itu setelah dua hari nginep. Padahal sudah saya ksih susu bayi, pakai dot, tapi dasar badannya sudah terlalu lemah..jadi hanya tetes2 kecil yang masuk. Itupun si kambing sudah sakarotul maut. Jadi ada kemungkinan juga 'laktogen" yang saya berikan itu mempercepat tugas izroil..duh cemple..maapin yahhh... Hicks.. 


Lain cerita dengan saya kemarin pagi. Demam dan batuk yang gak berhenti membuat saya nekad abis subuh minum obat. Masih dalam kondisi dengan obat, oleng, saya berniat mengantar si bungsu ke sekolah. Hm... Baru saja keluar dari pintu rumah, sudah dapat sepucuk surat cinta juga dari izroil..yang kalau diterjemahkan kayak gini: "Thut..nyawa mung siji..ojo penthalitan!"
Seperti biasa saya keluarkan itu sepeda motor, panasin bentar, terus cabut. Hari itu lain, karena surat cinta itulah, saya terjun dari atas emperan rumah ke arah jalan depan rumah. Akrobat dech pagi-pagi.. Kalau terjunnya lewat jalur benar sih, mulus-mulus saja, tapi kali ini terjunnya lewat jalur yang tidak pada tempatnya, jadi sampai tertulisnya postingan ini saya berjalan pincang. Ssst..waktu banyak orang rasa sakitnya biasa aja loh, karena malu ya sok jagoan gitu, ah nggak papa..luka kecil. Begitu paklik bulik, emak pada pergi.. saya mringis pegangin kaki (ketawa sambil nangis), masyaAllah...sakiiiittt....Hihihi.. gengsi khan kalau nangis di depan orang..
nah khan..izroil beri peringatan...


Beberapa waktu kemudian..terlihatlah hasil kerja izroil berikutnya. Ada anak tikus mati jatuh dari atap. Heiks... bukan cuman satu ternyata, karena siangnya ada enam ekor lagi yang bernasib serupa. Entah si emak tikus sedang direpotin buapaknya atau mereka adalah anak diluar nikah sehingga tak diinginkan (namanya juga tikus, pake nikah ke???). Sedih saya melihatnya..anak2 tikus ini amsih merah keunguan..badannya halus dengan kumis tipisnya yang belum berwarna.. Badan mereka dingin kayak es, bisa dibayangkan saja gimana kalau itu bayi manusia. Hm.. Akhirnya mereka mati juga. Ah.. kalau Allah ga kasih kesempatan hidup ada saja memang jalannya..sampai jatuh dari atap segala.


Itulah cerita izroil..dengan berjuta peringatan yang kadang kita abaikan, bahkan sudah jelaspun masih kita cuekin. Hm..semoga kita tetap jadi manusia yang waspada...!!!
Buat temen2 yang mendahuluiku, semoga amal baik kalian diterima Allah swt, dosa kalian terampuni..amien..







Monday, March 23, 2009

Elderly..nasibmu...

Sabtu cerah..semua indah..
Selepas dhuhur meluncurlah corolla madam ke Darul Takrim. Sempat muter2 karena ga hapal jalan daerah Tampines. Akhirnya ketemu juga..
Alhamdulillah...muntah juga saya di parkiran, sisa dari Tioman kali, masih nggliyeng.
Darul Takrim adalah sebuah tempat untuk orang-orang jompo di Singapura. Bangunan sederhana tiga lantai ini dihuni oleh para warga tua (sebutan orang melayu). Kebanyakan mereka adalah orang melayu meskipun banyak juga yang India dan china. Sempat kenalan juga dengan tante Ellys China baba (malay, english spoken) yang sudah 70 tahun usianya tapi masih sehat wal 'afiat. Kebanyakan mereka bukan dari keluarga berada yang sanggup mengurus orang2 tua mereka atau menyediakan suster, atau pembentu rumah tangga untuk mengurusnya. Latar belakang mereka pun menurut babe macam2, ada yang memang melarat ga ada yang ngurus, ada yang mudanya gengster jadi tuanya ga ada yang mau ngurus, ada yang pelacur, dan sebagainya. Namun mereka termasuk orang2 tua yang terbengkalai tak diurus oleh keluarga, jadi pemerintah atas nama jamiyah darul takrim yang mengurusnya.
Setbanya di sana acara yang sebenarnya adalah peringatan maulid nabi muhammad SAW ini sudah akan dimulai. Masuklah kami menuju ruangan mirip aula, dengan banyak sekali orang2 jompo di sana. Komunitas ini lebih banyak lelakinya dari pada perempuan. Tingkah mereka pun aneh-aneh. Yah, namanya orang sudah sepuh, ada yg asyik dengerin sholawat, angguk2, ada yg diem....tak berkutik, ada yang nabuh meja..Namun salutnya , ada beberapa diantara mereka yang masih sanggup main musik, kompangan rek! Sebut saja mbah Rusli, sudah lanjut bener usianya, dia mengaku 90 tahun, masih pegang itu alat musik, dan senyum manis. Wajahmu mbah..mengingatkanku pada kekasih hatiku, kayaknya kalau tua gitu juga dia. Hebatnya orang-orang tua yang aktif seperti ini gak pikun. Auntie Ellys ga pikun uda 70 tahun, mbah Rusli ga pikun, dan yang ada di gambar ini, namanya lupa tanya, yang suka peluk2 saya juga nggak pikun loh.. Mungkin masa mudanya suka ngaji, suka sholawatan..jadi tuanya nggak nyanyuk.
Acara berlanjut pada ceramah oleh ustadzah Siti Rohmah, yang subhanallah dibalik jubah coklat tuanya yang sederhana..dia sarjana Al-Ahzar.. Hm.. Ceramahnya sederhana, enak diterima katena ditujukan untuk para orang2 tua. Salah satunya yang sempat bikin geli adalah anjuran untuk sering2 baca ayat kursi. Dan beliau mengungkap fakta bahwa remaja singapura yang kritis tentang masalah apapun, sampai kenapa harus baca ayat kursi? Jawabannya simple kata beliau.. Why must we read ayat chair?(plesetan anak2 melayu singapura untuk ayat kursi, hicks)..Jawab je lah: Before this table comes to ur face!!! Hehehehe...simple khan, kalau g mau diantem meja, baca ayat kursi..
Acara dilanjutkan ke bagi2 makanan..Ini yang asyik dan ditunggu. Para tamu diberi kesempatan untuk ngeladenin para orang2 tua di sana, disamping para suster dan pekerja darul takrim yang ternyata orang jawa timurnya seambrek, pake basa suroboyo-an lagi. Setelah itu, tamu diberi kesempatan melihat-lihat kamar para orang2 tua. Lanta atas adalah untuk para wanita, sedangkan lantai bawah untuk para lelaki. Ada yang menarik ketika saya ketemu embah putri yang buta keluar dari toilet. Takut dia nabrak, saya gandeng aja tangannya.."Nek, nak kemana?" "Nak balik k bilik la.." "Jom dengan saye, biar tak jatoh.."
Dia hanya senyum dan ikut, lama-lama saya sadar juga, lha ni embah uda hapal jalan ke kamarnya. Saya lepas pelan2, dia masih senym2... lha..kok ngece sih, saya jadi ketawa geli karena ada teman si embah yang nyeletuk " Bole la tu..dah tau die jalan nak pegi biliknya.."
Halah mbah, ngerti gitu kan tak tinggal aja, dasaaar...
Sebenarnya sedih melihat mereka, hanya karena kesibukan kaum muda, mereka ditinggalkan begitu saja.
Sedih melihat mereka termenung di kursi2 tua, menunggu izroil menjemput, kadang hanya berbaring menatap langit2 kamar.. Wajah2 ceria ketika memeluk saya, ya Allah..sempatkan saya menjaga emak dan abah jika mereka tua nanti.. Andaipun menjadi tua..semoga tidak merepotkan yang muda..
Sebuah wisata hati sebelum saya pulang...semoga kita menjadi anak2 yang berbakti pada emak abah..Mumpung belum tua, sempatkan, mumpung belum mati, sempatkan..hayo ndang podo sungkem!

Friday, March 20, 2009

The last trip



Beberapa hari gak menjamah dunia maya, serasa beberapa bulan gak ketemu mertua. Duh apa hubungannya?
Ceritanya readers yang terhormat, di Singapore lagi musm liburan term pertama anak2 sekolah, Jadi ceritanya saya ikutan ngabuburit ke dusun sebelah, tepatnya Tioman, Malaysia






Kapan budal kie??


Berangkat dari lapangan udara Seletar (dulunya Singapore air base, sekarang dijadikan lapangan terbang komersial untuk penerbangan pesawat2 kecil ke malaysia). Sekitar pukul saru siang kami sudah nangkreng di bandara kecil nan sunyi itu, menunggu penumpang yang lain. And guess what?? flight sampe pukul setengah empat..hiekekek..laparnya..minta ampun. Akhirnya take off juga menuju Tioman..lega..dan terlihatlah pantai nan biru setelah 30 menit di atas awan. Mendaratlah dengan gronjal2 pesawat kecil yang cuman berpenumpang 40an orang itu. Tapi bagusnya naik pesawat malaysia punya semua awak pake salam.. Jadi ga nyerocos good afternoon (malemnya ga good lagie??) langsung, tapi Assalamu'alaikum...hehe.. patut ditiru oleh para awak yang lain, jd slamet gituh.
Subhanallah..itulah yg tergumam saat pesawat mau landing di pulau tioman. Pantai biru..hutan tropis mengelilinginya dengan pasir putih yang alhamdulillah jauh lebih bersih dibandingkan dengan pantai sembawang, yang kotor oleh tumpahan minyak kapal. Pesawat mendarat dengan sedikit nggronjal dan turunlah kami semua, selamat, dan muntahlah saya sesampainya di bawah. Memang sudah bawaan, lha jalan kaki aja bisa mabuk kok.
Perjalanan berlanjut ke Berjaya Hotel and resort menaiki bus yang suaranya mirip dengan dentuman meriam, hiperbola, tapi emang berisik. Jalan yang mirip dengan jalan2 desa di sekitar kecamatan Jambon Ponorogo, banyak batu dan material tak terurus sepanjang jalan menuju resort. Bercampur dengan turis yang kebanyakan dari paris, irlandia, jerman, dan tentu saja singapore..oh ya, ada turis nyasar juga dari Indonesia (saya sendiri, hihi..).
Alhamdulillah... sekitar 15 menit sampailah kami di Berjaya resort,yang alamak...besarnya satu kampung. Saya sebut satu kampung karena model pariwisata di malaysia hampir semua sama. Bukan memakai hotel bertingkat yang besar dengan kamar2 eksklusif seperti di hotel2 besar di singapura maupun indonesia. Mereka banyak mengadopsi budaya melayu dan benar2 menanamkannya di setiap sudut resort. Mulai tempat receptionist, hall, games room, kamar2 sewa, semua memakai seni khas melayu, rumah minang. Dengan gaya ini mungkin diharapkan para turis benar2 bisa menyentuh budaya melayu yang berusaha tetap dilestarikan. Setiap kamar di tempat ini di desain seperti rumah2 kecil bagi para turis. Ada yang satu lantai saja, ada yang dua lantai. Kebetulan saya dan rombongan mendiami rumah dua lantai yang terdiri dari empat kamar, maklum rombongan 13 orang. Rumah-rumah minang kecil ini lengkap dengan satu toilet, satu kulkas, AC dan TV, di setiap kamar. Untuk saya yang suka arcadde games, ada juga tempat sejenis timezone mini dan internet cafe, bahkan yang mau fitnes juga tersedia tempat fitness nya. Satu hal yang menarik di sini adalah pembagian bangunan2 di resort yang sebesar ini hanya menyisakan sekitar 5X4 meter untuk tempat sholat (disebut bilik sembahyang), itupun setelah saya muter sampai peang mencoba mencari nilai islam dlm melayu yang harusnya kental. Berbeda dengan convention hall yang sebesar samantha kridha nya Brawijaya Malang, games room yang sebesar kantor pengajaran FE UB. Entahlah, siapapun pengelolanya, ini bagian yang tidak adil.
Allahu Akbar..segala puji bagiNya yang menciptakan alam ini. Dengan menatap pantai biru saya benar2 takjub, Gust kang murba ing dumadi, benar2 indah ciptaannya. Pantai dengan batu2 koral yang masih banyak, cukup alami, seperti juga di pulau2 kecil lain di malaysia. Ikan khas daerah koral yang cantik-cantik.. Ya Allah..tak pernah salah kami mengangungkan namaMu.. Seperti di pulau Pemanggil (Kunjungan ke malaysia sebelum2nya), ikan- di sini berwarna warni, dan lebih jinak. Kita bisa terjun ke air yang ga dalam sama sekali dan memberi mereka makan. Selama di sana, dua kali rombongan terjun dan memberi roti tawar pada ikan2 itu. Hanya sayangs ekali yang ke dua, kami ngembat roti sarapan satu kresek besar dari hotel, karena kalau dibawa keluar dari hall, bisa diciwirrr.. semoga Allah memaafkan kami, terutama aq, sbg pembawanya, hicks.
Astaghfirullah.....Itu cukup untuk menggambarkan apa yang saya lihat dan sedikit "sepurane"nikmati di kolam renang. Yah..yang pernah ke bali, mungkin sama dengan di sini. Kolam renang besar dengan isinya yang setengah bugil menghiasi depan hall Berjaya resort. Di pinggirnya ada bar berisi minuman beralkohol maupun soft drink yang bisa di pesan dari dalam air. Seketika saya ingat sarapan pagi saya di hall...nasi uduk, khas melayu dengan buah2an, sama orange juice, lalu saya lihat bar di depan saya. Y Allah...mbuh dadio getih ireng mbuh abang..pangapunten sing kathah.... Inilah corak ketimuran yang menurut saya telah diubah karena kemiskinan islam. Maaf bagi yang tersinggung. Budaya yang disentuhkan memang budaya ketimuran,namun kenapa di dalamnya lebih melayani orang2 yang bukan islam? Kenapa fasilitas untuk maksiat diumbar. Udah pada pamer dada, dengan ukuran yang beragam, pamer pantat, mana perut berlemak (mending kalo body bagus), semua diumbar gitu aja, masih ditambahi dengan bar di pojok..Pantesan aja bilik sembahyang kwecil..lha lahan habis dipakai untuk ruang bercinta tanpa bilik.
Perjalanan berlanjut...
Ketika rombongan sibuk dengan ikan2 di sekitar taman laut Tioman, saya iseng masuk ke dalam sebuah bangunan. Namanya memang Taman laut Tioman. Isinya hanya lobster2 mati, tiga kura2 mati, dan beberapa cangkang kerang yang di pajang, selebihnya..nothing to display. Kecewa. Itulah yang menusuk di hati saya saat itu. Harusnya bangunan ini sebagai sarana pendidikan untuk mengimbangi sarana maksiat di resort berbintang yang ada. Namun sepertinya dari pihak pemerintah belum ada tindakan yang sedikit serius. Bahkan daerah perkampungan di situ tidak banyak menampakkan kemajuan yang baik. Memang banyak alat2 berat yang sedang dan tidak bekerja di sana, menandakan sebuah investasi jumbo sedang dilakukan. Pembangunan jalan berpaving di sepanjang pantai sedang berjalan, begitu juga perbaikan jalan2 menuju beberapa spots wisata. Namun kalau dilihat lebih cermat,akan banyak kios2 kecil, warung2 dengan jajanan alakadarnya (khas budaya pedalaman malaysia..super kumuh!)yang kelihatan sudah beberapa bulan ditinggalkan. Entah untuk alasan apa. Yang tinggal hanya warung2 reyot, meja2 lapuk, kursi2 berlumut, dan plakat minuman makanan yang tak jelas. Kami sebenarnya menunggu sebuah kedai dari pagi, namun sampai dhuhur tidak ada batang kaki si penjual.
Inikah kesenjangan pembangunan ekonomi oleh investor jumbo?
Mungkin. Dilihat dari segi bisnis, pulai Tioman menjanjikan sekali untuk pariwisata karena pesona lautnya yang aduhai. Namun kalau dilihat hasil sementara, perkampungan ini terlalu kotor jika dibandingkan dengan Berjaya Resort. Memang bukan hal yang mudah membangun sebuah industri di sua tempat tanpa melupakan penghuni setempat. Banyak industri wisata dibangun megah2 ditengah kampung2 terpencil seperti ini. Bukan hanya Tioman, Pulau Pemanggil, ada juga di Pulau besar. Rumah2 kecil kumuh para nelayan di depan resort mewah, yang memandangnya saja saya mual, kasihan, sedih dan campur aduk. Penduduk kampung mungkin merasakan sedikit ceperan dari para wisatawan yang datang iseng seperti saya (macak turis kie, ngerti gak?)yang gak betah liat para bugil ria. Tapi jika dibandingkan dengan hasil yang di dapat dari sewa resort itu dengan apa yang penduduk kampung dapatkan sungguh tidak adil. Coba hitung kasaran saja, Berjaya resort ini merupakan usaha yang bukan skala ecek-ecek. Bukan hanya karena namanya sama dengan Berjaya Air (yang membawa penumpang dari singapore ke tioman), Berjaya travel, dan nama2 serupa di sana. Kalau saja sedikit perhatian diberikan pada penduduk kampung (jadi g cuman jadi para kacung dan supir aja) utnuk mendirikan usaha yang lebih baik, harusnya pulau it menjadi lebih bersih dan menarik. Namun sayang, biaya untuk pengabdian sosial seperti itu bukan mudah dikeluarkan, bahkan mungkin kita sendiri susah mengeluarkannya. Padahal paket wisatanya cukup mahal kalau menurut saya sebagai orang kecil. Kalau per kepala di charge $250 untuk wisata 3 hari 2 malam, hanya dapat sarapan pagi, makan siang dan malam cari sendiri. Masak bisa dibilang murah sih??
Entahlah, undeveloped tioman..semoga nantinya dikelola oleh investor yang baik..amien...














































































Tuesday, March 10, 2009

Sudahkah kita tunaikan??

Barang siapa yang ingin meninggalkan dunia dengan selamat, hendaklah dia mengamalkan sepuluh perkara ini:
  1. Hak diri, mengurangkan tidur, makan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.
  2. Hak malaikat maut yaitu mengqodlokan kewajiban2 yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang didzolimi, membuat persediaan untuk mati dan rasa cinta kepada Allah
  3. Hak kubur yaitu membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang air kecil merata2, memperbanyakkan sholat tahajud dan membantu orang yang didzolimi
  4. Hak munkar nakir, yaitu tidak berdusta,meninggalkan maksiat dan saling menasihati
  5. Hak mizan yaitu menahan marah, banyak berdzikir, mengikhlaskan amalan, sanggup menanggung kesulitan
  6. Hak Shirot yaitu membuang tabiat duka warak, mengumpat, suka membantu orang beriman da suka berjemaah
  7. Hak Malik yaitu menangis karena ketakutan azab Allah, berbuat baik pada ibu bapak, bersedekah diwaktu ramai ataupun sepi, dan memperbaiki akhlak
  8. Hak Ridwan, yaitu ridlo kepada takdir Allah, bersabar menerima bala, bersyukur dengan nikmat Allah dan bertaubat dari maksiat
  9. Hak Rasululllah, yaitu bersholawat ke atasnya, berpegang pada syari'at, bergantung dengan sunah, menyayangi para sahabat dan bersaing mencari kelebihan dai Allah
  10. Hak kepada Allah yaitu mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia,dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci maksiat.

Petikan Dari 30 wasiat Imam Syafi'ie...(Khairul Ghozali, 2006, PTS Millenia Sdn, Bhd. )

Duh Gusti..kang murba ing dumadi.. taksih tebih napa mboten lampah kulo...

Selamat Jalan Nita-ku

Singapore...
Negara yang bisa erubah perekonomian kita menjadi lebih baik, tapi ternyata...
Singapore...
Juga tempat untuk menguji iman kita
Siapa kuat dia akan tetap berada di jalan yang lurus
Tapi... Siapa yang lemah..dia akan terjerumus dan makin tersesat ke jurang yang penuh limbah dosa.
Namun bagiku...
Singapore adalah tempat yang sangat indah , yang membawa keberuntungan karena aku bisa mengenal seorang gadis cantik yang baik hati, pinter, suka menolong, muslimah yang salihah...
Terimakasih Nita-ku, karna telah bersedia menjadi sahabatku, aku yang akan selalu mengenangmu...

Selamat jalan..Semoga selamat sampai tujuan
So, aku gak bisa kasih apa2 selain do'a, aq akan selalu merindukanmu cantik..

Tolong jaga si mungil ini ya..


Enix's

(seorang kakak, sarjana bahasa inggris..yg terdampar juga bersamaku.. kurang tuh, mana rajin menabung dan taat orang tuanya, wkwkwk...ealah mbak..ono2 wae)



Ku tutup lembar putih sederhana yang terselip diantara telinga boneka kecil, terbungkus dengan kertas kado purple. Ah, Tuhan..yang Maha adil.. Alhamdulillah..akhirnya aku berada di jalan pulang. Hanya menghitung hari menuju belaian rumput2 sawah lagi, jalan2 kampung yang becek, katak2 yang setia mengaji di malam hari, jengkerik yang berdzikir mengagungkan namaMu..

Berat kadang berpisah dengan kebiasaan sehari2..Dengan orang2 di negeri kecil ini. Dengan para guru kehidupanku di sini. Mereka yang banyak menunjukkan lemahnya mentalku, bodohnya aku, sombongnya aku, hingga jauh dari rasa syukur. Mereka yang menghiburku, menyadarkan aku bahwa syukur dalam musibah dan derita itu indah.

Mbak Eni..makasi unyil kecilnya, muga Aa' Gym bisa temenin pean klo sepi jaga nenek..
Mbak Ana...salam buat Rhea dan ibuk di Banjarnegara..aq uda lumayan lancar nih bahasa ngapaknya.hihi
Mbk Yanti..cepet nikah gih
Mbk Margiyati..sabar..
Rista..sepurane g tau bls smsmu
Ndari..alhamdulillah km g jd cerai.. pulanglah..murid2mu di Malang pada nunggu..
Yuli..pulang sana, ditungguin emak
Septin..masuk pelatnas sana dech km sep..Horas bah!
Mbak Mun..aq pulang..
Amin..pinjem express musicnya dunk..hihi
Kastunik...aq pulang, nyusul kamu..insyaAllah ke Tuban, kalo banjir km krumahku aja wes.
Anna kecil, linda, mila, mbk endang, mbk atik, dan semua teman2 disini..makasiiiih...


Semoga langkahku kali ini adalah awal yang baik.

Thanks buat sahabat2 semua.. kalian guru2ku yang tak pernah minta balasan..

Moga kalian baik2 disini..dan cepet pulang juga..

Untuk Pria Pujaan kami

Ketika kami dengar namamu
Hanya indah yang terasa
Hanya damai yg ada di jiwa

Malu beribu malu rasanya
Mengingat putih kalbumu
Menengok keruh hati kami
Memandang tapak-tapak jasamu
Memandang tiada harganya kami

Wahai engkau pujaan tiap hati para istri
Hanya cinta penuh harap tuk tersampaikan padamu
Hanya rindu dendam di dada kami
Berharap tercurahnya rasa ini padamu
Berangan menjadi para wanita yang beruntung
Menjadi para pendampingmu
Menjadi para wanita yang sempat kau kasihi

Duhai pencerah kegelapan
Kau terangi hati kami yang buta
Hati yang sering buta dalam fitnah cinta
Yang sering lupa kami dari mana dan akan kemana
Terima salam cinta kami
Para wanita yang selalu mendamba kasih seperti kasihmu

Sholawat serta salam..semoga terlimpah rahmat Allah atasmu, ya habibi..ya..Muhammad..

Sunday, March 1, 2009

Warisan???masih jaman ke?

Dapet mertua atau orang tua asal Singapore??? Jangan berharap warisan rumah atau sawah..hehehhe
Sekedar berbagi dengan pembaca tercinta blog ini. Di negara Singapore ini adalah negara yang menurut saya lumayan adil, meskipun di sana sini masih banyak yang merasa gak adil tapi kalau berjalan di jalur yang benar, kerja keras, dan jujur, insyaAllah negara ini menjanjikan untuk orang2 yang sportif. Nah, negara ini adalah negara yang sempit, tanah sempit, rumah juga kebanyakan sempit. Makanya HDB (House Developing Board, bukan High and Dangerous Building, dul!) buat rumahnya tinggi2...banget. Jadi ga semua orang berhak atas tanah yang masyaAllah mahalnya minta ampun.
Kali ini lebih bijak lagi menurut saya. HDB membangun perumahan baru (apartemen la..nek bosone bocah2 sing keren) 11 kota. Uniknya perumahan ini akan dihuni khusus untuk kaum tua. Usia mereka harus lebih dari 62 tahun pada saat embeli rumah tersebut. Memang kalau dilihat dari adat ketimuran kita adalah hala aneh untuk seusia 60 tahun ke atas baru membeli rumah.
Tapi kalau dilihat dari segi efisiensi, HDB memang bener2 memikirkannya dengan matang.
Gini nih ceritanya...

Kalau biasanya HDB memeberikan tempoh kredit pembayaran rumah untuk yang normal adalah selama 90 tahun, maka untuk orang2 tua ini hanya 30 tahun. Nah, systemnya juga menggunakan Lease Buyback Scheme. Yang insyaAlla artinya rumah tersebut kalau si tua2 mati akan dibeli lagi oleh pemerintah. Nah, uang pembelian rumah tersebuat akan diberikan secara berkala kepada si tua2 sebagai biaya hidup perbulan. Jadi mereka yang usaianya telalu lanjut dan tidak mampu untuk bekerja lagi amsih mampu membiayai hidupnya sendiri dengan jalan menjual rumah di muka kepada pemerintah seperti ini. Jai untuk warga tua2 yang usianya uda 62 ke atas bisa segera menjual rumahnya, menanamkan investasinya ke rumah baru 30 tahun dan menerima uang hidup per bulan sampai mati, tanpa harus bekerja. Hayo..sapa yang mau???
Nah...ini lain cerita kalau sampai 30 tahun si tua ndak mati?? hihihi..gimana yak? Yah, solusinya ditempatkan di panti jompo_nursing house. Biar ada yang ngerawat di sana.

Untuk sebagian orang mungkin hal ini kurang pas dihati karena adat meninggalkan warisan untuk anak cucu saat kita meninggal. Nah, temen2 semua..mari kita pikir lagi. Seandainya kita punya anak cucu banyak pilih mana kita bekalkan mereka dengan ilmu yang bermanfaat atau dengan harta yang melimpah (itupun kalau ada)?
Selama kita hidup dan masih kuat mendingan kita pakai harta yang kelebihan untuk inestasi jangka panjang kita sampai akhirat, untuk bekal anak. Bukan bekal warisan rumah dan tanah, melainkan usahakan unruk mendidik mereka dengan ilmu yang bermanfsst sehingga mereka nggak kesulitan setelah kita menghadapNya. Dari pada kita wariskan rumah tanah sapi kebo, tapi habis tanpa manfaat dalam smalam?Kan mendingan kita wariskan ilmu yang benar yang insyaAllah akan mampu melipatgandakan harta sedikit yang kita tinggalkan..

Ah..andai pola pikir di indonesia seperti HDB...hm...maklumlah..warisan tuan tanah Belanda..y kayak gt dech...So, warisan...kagak jamaaaaaaaan!

Mudun Bang Jo pak yo..

Ini sebuah fenomena di sebelah utara terminal Selo Aji Ponorogo. Tempatnya mangkal ojek dan para calo penumpang , kernet, maupun supir angkot. Semua tumplek blek di situ, berebut cari penumpang, karena banyak penumpang yang lebih berminat turun di perempatan lampu lalu lintas dari pada langsung masuk ke terminal. Maklum, terminal Ponorogo belum begitu diberdayakan sebagai terminal. Terbukti masih banyak ruko sebelah selatan yang kosong. Bahkan dulu (panggil aja mbak sri dan kang Pri) dua pemilik ruko yang kebetulan saya kenal baik merasa rugi menyewa ruko di situ. Sepi pengunjung..

Penumpang dari jurusan surabaya memang kebanyakan turun di dekat lampu lalu lintas. Lampu ini mempunyai tiga warna, yaitu merah, kuning, dan hijau. Namun setahu saya lampu kuning jarang disebut, hanya lampu bang jo..abang ijo.. Apalagi waktu kuliah (guaya rek, kuliah barang) di Malang dulu, orang2 cuman bilang lampu merah. Kemana ijo sama kuningnyaaa????
Konon temen2 saya tercinta..khusus yang di Ponorogo ini bukan karena warnanya loh dibilang lampu bang jo. Ceritanya gini nich..

Once upon a time.. (konon, singkatnya) ada seorang pemuda asal medan yang berpetualang ke Ponorogo mencari ilmu. Dia berniat mondok atau nyantri atau apalah namanya di sebuah pesantren (sebut aja al-hasan). Nah..kebiasaan buruknya di Medan sebagai anak yang tergolong agak nakal masih terbawa sampai ke Ponorogo.
Oh ya, hampir lupa, nama pemuda ini adalah Tarjo (meskipu orang medan, daia keturunan jawa kok, Blitar kononnya). Tarjo tetaplah tarjo..malam dia sibuk mengaji dengan Kayainya, siang setelah dhuhur dia klayapan di sekitar terminal Selo Aji. Selain terkenal dia dengan logatnya yang berbeda dengan anak2 terminal lainnya, dia juga terkenal suka memberi petuah bijak pada anak2 lain. Mereka suka berbincang tentang agama dengan si Tarjo. Namun Tarjo tetaplah Tarjo. Dia jugalah preman yang paling ditakuti di daerah teminal itu. Sekali masalah timbul dengan dia, misalnya rebutan penumpang dengan dia, atau komisi kurang dari para supir, dia tak segan2 akan memukul si pembuat masalah.
Bahkan semua orang saking segannya dengan dia memanggilnya abang. "Bang Jo", begitulah nama keren si tarjo. Nah.. setelah enam tahun mondok, cukuplah bagi Tarjo untuk pulang kampung, kebetulan ibu dan ayahnya telah menunggu lama untuk dinikahkan dengan anak raja Minyak di Medan. Pulanglah Tarjo ke medan..diiringi dengan doa dan saku alakadarnya dari kawan2nya di terminal..Meskipun si Tarjo sudah menjadi ustadz di Medan, tetaplah kawan2 di terminal Selo Aji mengenangnya sebagai preman handal di situ. Dan tempat mangkal si Tarjo dan kawan2, yaitu di utara terminal Ponorogo..tepatnya di daerah lampu lalu lintas sejak saat itu sampai sekarang dikenal dengan sebutan "Bang Jo" ALIAS Abang Tarjo. Jadi bukan karena lampunya yang hanya nyala abang dan ijo looh...

Buat temen2 yang mo ke Ponorogo..welcome dahh..jangan lupa turun: BANG JO! ok...



Cerita ini muncul saat penulis masukin roti ke dalam toaster setelah 3 kali terbakarr.. Duuhh...nasibku..

Hati2 dengan bahasamu..

Jika temen2 ada yang suka bepergian, temen2 akan mendapati istilah yang berbeda untuk hal atau barang yang sama. Misalnya di jawa tengah duduk akan dibilang njagong (bahasa orang ngapak dan sekitarnya), di Ponorogo dan sekitar madiun duduk: ndorong, di Jawa timur area malang, sby, dan sekitarnya: lungguh. Nah, khusus temen2 Ponorogo yang mau ngadain kencan dan segbagainya dengan temen2 dari Surabaya dan sekitarnya ya jangan pakai kata"ndorong" untuk mempersilahkan duduk dunk, bisa2 ente di dorong beneran kaya gerobak. Hehehe

Ada banyak lagi istilah yang kadang bikin geli dan ngakak. Ini terjadi pada saya sendiri. Kebetulan ikut keluarga Melayu keturunan Jawa dan Malaysia, mbulet khan?? Nah, suatu hari saya ngomengi (bahasa jawanya: scolding) si anak majikan karena suka bugil dan susahnya pakai pampers bukan main. Dengan marah saya bilang dlm bahasa melayu" Oooi..nak ke tak nak pakai ni popok hah??" Seketika si anak ketawa terpingkal2, malah kakaknya ngakak gak karuan, lagi maknya di luar yang denger langsung masuk ke kamar dan pegangin perut? Popok sape yang nak dipakai?? Hm.. namanya juga ga tau.. Usut punya usut "popok" yang dalam bahasa kita sehari2 adalah napkin atau pampers atau pembalutnya anak2 atau tadah ompol, adalah "kelamin wanita dalam bahasa melayu. Ealahh... gusti..pantesan saya marah g ada yang takut?

Satu lagi.. yang biasa kaum IT cs kita lakukan. "Ngonekin tools!". Ini bahasa yang sampai sekarang saya gak bisa terima. Tau kenapa? Karena dalam bahasa slank melayu "konek" adalah kelamin lelaki". Duh..plis dech mas2..mbak2.. jangan suka ngonekin tools po'o.. Bukan bermaksud jorok, tapi cuman pakailah bahasa indonesia yang baik dan benar.. Meskipun nih blog juga dengan bahasa campur aduk..tapi gak separah itu dech. Kenapa gak bilang: nyambungin alat2.. atau conecting my tools..yang bener2 knapa sich?
Coba kalau berani, datanglah k singapore atawa malaysia..dan keras2 bilang: OOOI.. SAYA TENGAH NGONEKIN TOOLS!
Berani jamin dah bakal ada opah (nenek) tua mendekat sambil tarik telinga temen2 dan bilang: Hei budak kecik, mulut kau nie..nak opah kasi chili padi ke? aku sebat dengan rotan buntut kau baru tau, tak baik tau cakap lucah macam tu...wkwkwkwkwk

I am more beautiful than Cleopatra





Lama ga nulis..

Namanya ide memang muncul pada waktu yg tidak terduga, sepertiyang pernah dikatakan oleh temen blog sebelah. Kadang abis boker baru muncul..hehehhe. Sekedar berbagi cerita setelah jalan2 ke perpustakaan. Nah loe, enaknya disni kita baca di perpus ga usah pakai kartu anggota, tinggal masuk terus baca ampe peang. Kecuali kalau kita maunya pinjem..baru dech kena charge. Kebetulan kemarin baru dapet buku unik. Menurut saya unik karena ini buku membuka mata para pembaca tentang hal2 yang sudah mendarah daging, bahkan kadang materi2 di dalamnya diujikan di beberapa ujian masuk sekolah tertentu untuk bidang pengetahuan umum. Di dalam buku ini diberikan fakta2 baru tentang banyak hal di dunia yang jujur saja membuat saya tertawa geli. Misalnya si galileo yang ternyata bukan penemu teleskop (konon ditemukan oleh orang lain, kemudian dengan jeniusnya galileo mengembangkan sistem teleskop ini menjadi berbagai macam teleskop yang lebih sophisticated). Ada juga anggapan banyak orang bahwa obat alernatif dan alami atau CAM (Complementary and Alternative Medicine) adalah cara yang aman, bahkan tanpa efek samping, yang dalam buku imut ini didedahkan dengan jelas bahwa anggapan ini salah. Dengan cerdas sang penlis mengumpamakan Mariyuana juga 100% alami, apakah tanpa efek samping (ini saya ngikik sampe kaku di perut, bodohnya....manusia). Ada fakta juga tentang bagaimana membohongi alat pendeteksi kebohongan (ini ada kuisnya di salah satu channel cable TV, saat fakta diungkapkan dan peserta kuis harus menjawab jujur, makin jujur makin tinggi Dolar dibawa pulang) dengan cara tertentu (mau blajar..contact me, hehhehe).
Dan yang paling saya tunggu adalah terungkapnya fakta bahwa Cleopatra tidak cantik secara fisik. Bisa dikatakan tidak cantik secara fisik karena meskipun saya wanita, saya bisa menggambarkan bagaimana ukuran dan standar wanita cantik menurut mata lelaki. Kalau Cleopatra ini adalah wanita dengan tinggi "maaf" hanya 150 cm, berhidung bengkok (saingan, punya saya bengkak), pendek, gemuk, montok, bertelinga panjang, dan dagu mencuat. Degan gambaran ini saja, bisa kita bayangkan bagaimana Cleopatra wajahnya khan?apalagi bodynya? Wah..udah pasti heavy bottom dah (ni panggilan untuk tipe panci yang bawahnya tebal di dunia kuliner, hahaha).
Lalu?bagaimana Mark Anthony dan Julius Caesar takluk padanya?Hm..jawabnya ada di kekauatan intelektual si Cleopatra. Dikisahkan Cleopatra adalah wanita bijak, pandai, pendidikan tinggi, pokoknya..best dahh dari segi akademikm dan jabatannya.. Lelaki mana yang tidak tergiur dengan kepribadian seperti dia?
Jadi inget kang abik (Habiburrahman El Shirazy), dalam cerita tipisnya :Pudarnya Pesona Cleopatra. Digambarkan seorang lelaki yang susah mencintai istrinya karena dia mendambakan gadis mesir yang cantik, yang dalam gambaran novel2 islami biasanya dijelaskan bagaimana gadis mesir itu berdagu lancip, berhidung mancung, tinggi semampai, dan berkulit khas padang pasir yang bersih.. Duhai para pembaca cerita padang pasir..andai kita banyangkan Cleopatra yang seperti dalam gambaran gadis mesir.. tentu darah berdesir juga dengan kecantikannya. Namun ketika membaca fakta tentang fisik Cleopatra..tentu tertawa geli karena kita selama ini dibodohi, atau memang kita yang sudah terpaku oleh cerita yang mendarah daging? Bahkan kang Abik sampai menjadikan nama itu sebagai judul sebuah karyanya..
So..kisah Cleopatra ini bisa jadi contoh buat kita2 yang kadang sampai anoreksia mengamati kekurangan fisik kita (misalnya yanglagi punya jerawat..dipandangin terus tuh jerawat sampai resah gundah gulana, padahal disamping jerawat itu ada hidung yang mancung, bibir yang seksi, mata yang cemerlang, jidat yang nonong..oops!) beralihlah berpikir positif dan memandang sisi baik pada fisik kita. Sungguh Allah menciptakan kita sempurna untuk kita. Biarpun makhluk Allah bilang kita tak sempurna. Syukur dan tingkatkan potensi diri, Cleopatra yang kayak gitu aja bisa kok, masa kita enggak.
Alhamdulillah..Ternyata Aku lebih cantik dari Cleopatra :)) Narsis mode: on forever!
Better buy this book (udah diterjemahin k bahasa kita kuk): Cleopatra Si cantik atau si Buruk rupa
Pengarang: Dr. Karl Kruzelnicki
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun: 2007

Saturday, February 7, 2009

NO MORE NGGRAGAS!

Nggragas??pernah nggragas?
Nggragas menurut saya adalah memakan sesuatu yang tak selayaknya dimakan. Misalnya makan beling, untuk orang2 yang bukan kuda lumping, makan obat untuk orang2 yang ga' sakit, minum alkohol untuk orang2 yang ga perlu, dan makan makanan penyebab kambuhnya alergi untukku!

Sabtu pagi, cerah juga sich. Meskipun tidur tengah malam karena chating masi sanggup bangun seprti biasa kok. Setelah ritual seadanya, seperti biasa saya buat makanan pagi. Ah, buat mie siam. Enak, buat sarapan weekend edition.
Seperti biasanya, kita semua makan. Sampai dhuhur..masih biasa2 aja. Sampai tak bawa pergi belanja..g ada yang aneh terjadi. Abis dhuhur..setelah masak untuk makan siang saya tiduran sama si kecil. Tertidurlah sampai ashar. Tiba2..Hicks..badan saya..gatel semua!
Uda dech, di lengan paha, leher, bahkan pantat kayak ada yg cubit2.. Itchy...
Iseng saya liat di dekat jendela, masyaAllah..merah2 kayak ditabokin, mana ada bentol2 kecilnya. Nggilani kalo orang jawa bilang. Yah, sampai malam saya kayak monyet, tergaruk sini tergaruk sana...

Flash back ke belakang...makan apa..saya ni hari ya.

Yang aneh emang cuman mie siam..soalnya pakai udang!
Nah, udangkah penyebabnya???
Padahal sudah tahu kalau alergi dengan udang dan kerang. Namanya lidah, masih nggragas!
Gitu loh masih gak kapok.
Dan sampai saya nulis ini..masih tergaruk2..andai ada kelapa muda..yang seperti biasa dapet ngilangin toksin dengan cepat..
Kadang memang lebih mudah hidup d kampung. Disini..nyari kelapa ..dapetnya kepala!
Mbuhla...apa gara2 ngirim sms2 gokil ke temen2 yaa???
Sepurane wes rekkk...



Janji pada tubuhku: AKU GA AKAN NGGRAGAS LAGI, INSYA ALLAH..

Friday, January 23, 2009

How Hard U did??




Hard worker, itulah pekerja keras katanya publik.
Apa pekerja yang teriak keras2? ini namanya pembodohan publik.

Setiap pagi, dia akan mendorong trolley beratnya menuju ke Sun plaza, seratus meter dari blok tempatku tinggal sekarang. Sekitar jam 8.30 pagi dia akan melewati sekolah ahmad di bawah blok 317. Begitulah dia, entah aku juga ga tau siapa namanya. Dia memakai "seragam" , kalau boleh ku bilang itu seragam. Sepasang baju, tepatnya baju tidur, yang selalu dia pakai tiap pagi. Setahuku dia memakai dua macam motif yang berbeda, dengan warna yang hampir sama, biru muda.
Rambutnya pendek, memutih semua, tubuhnya bongkok, mungkin karena dia dorong trolley yang agak rendah. Namun ketika kulihat dia pencet tombol liftpun, tubuhnya ga tegak juga, berarti positif, itu orang bongkok. Trolley itu berisikan kardus2 bekas yang dibawanya dari Sun plaza. Kalau menurut pengamatanku, dia lebih dari sekali pergi ke Sun plaza. Pagi hari sebelum Sun plaza buka (bukanya pukul 10 pagi, perpus pukul 11 pagi), sekitar setengah sembilan dia uda balik dari sana. Berarti dia sudah keluar rumah seelum pukuk delapan, mengingat jalannya yang menurutku hanya 1 km perjam. Maklum, menurut penglihatanku usianya sudah diatas 65 tahun. Berbadan kurus, bahkan lebih kurus dariku.
Dia tinggal di blok 317, tempat ahmad sekolaj, di lantai 16, paling ujung untuk ukuran rumah flat di sini. Tangan2 keriputnya yang kdang mengingatkanku akan kekejaman dunia. Siapakah dia? Adakah keluarganya?Tinggal dengan siapa dia? Apakah dia melakukannya karena hobby, pikun, atau memang kehidupan memaksanya untuk demikian?
Pandangan orang di luar negara kecil nan megah ini, penduduknya kaya semua, g ada yang miskin. Namun disebalik semua gedung bertingkat yang menjulang, ada juga mereka yang satu keluarga hanya menempati rumah dua kamar, ada yang ga punya rumah, banyak yang dapat bantuan $400 sebulan, hanya untuk bertahan hidup. Bahkan kasus2 pencurian makanan oleh anak2 banyak terjadi karena memang di rumahnya gak ada makanan. Miris? Memang. Disebalik gencarnya eksport tenaga luar negeri untuk negara ini, khususnya tenaga domestik_rumah tangga, red. Banyak juga yang nasibnya ga jelas. Namun satu hal yang bisa kita amati kalau kita berbaur dengan penduduk sini. Adalah hal yang sangat memalukan menjadi pembantu. Adalah hal yang sangat menyebalkan menjadi ibu rumah tangga. Karena banyak orang yang bekerja di child care centre (tempat titipan anak), sedangkan anaknya sendiri diasuh pembantu, orang jawa lagi. hihihi...
Terlepas dari intermezo tersebut, kita kembali ke si nenek tua tadi. Yang bisa aku lihat dari pribadi dia..dia adalah pekerja keras sesungguhnya. Memang di sini banyak para pensiunan yang bisa bekerja lagi di sektor non formal. Maka jangan heran kalau lihat tukang sapu di mall, supir taksi, tukang potong rumput, tukang bersihkan WC, pelayan rumah makan, dan sebagainya adalah para pekerja berusia tua. Mereka adalah manusi2 super yang tak mau tinggal diam. Ada yang karena memang jenuh dengan hari tuanya, ada juga yang memag g ada pilihan lain. Tapi banyak juga yang manja2 di dorong dengan kursi roda oleh pembantu rumah tangga, orang jawa lagi. heheheh..
Hard worker never dies..mungkin itu yang mau dibuktikan nenek tua itu pada dunia. Dengan kemampuan jalan yang hanya setapak demi setapak..(lha masak mo lompat???), dia menyusuri jalan, mengambil kardus2 bekas, membawanya pulang, yang entah untuk apa kardus2 itu. Kalau untuk main rumah2an..kayaknya ga mungkin dech yah..yang mungkin hanyalah dijual pada karung goni, alias pemulung pada hari2 tertentu. Ah.. kadang aku malu melihat diriku sendiri. Kerja ringan, masi mengeluh, badan sehat ga dimanfaatkan dengan baik, otak bagus, bukannya buat belajar malah buat mikir yang ga bener...
Owalah nenek tua... aku seperti melihat sosokku 40 tahun lagi..itupun kalo aku masih hidup..
So.. seberapa keras yang telah kau lakukan??Tanya dech pada diri sendiri.. masa kalah sama mak wek kayak gituh..

Thursday, January 22, 2009

Tercantik di dunia.. (read Aku cinta istriku)

Hasan menepi sejenak di jalanan menuju pesantren Umar sore itu. Jam berkunjung, seperti biasanya. Kesibukannya hanyalah berkutat dengan "istri" keduanya , laptop setelah Zulfah istrinya meninggal. Hampir seluruh waktu dia dedikasikan untuk pekerjaannya, kemudian menyisakan waktu untuk anak semata wayangnya, Umar. Bukan hanya ini kewajibannya sebagai single parent dalam mendidik anaknya, namun Umarlah yang selalu mengingatkan dia akan cinta sang istri, yang kenyataannya Allah lebih menghendakinya.

"Ah.. semoga dia dalam cintaNya.." gumam Hasan dalam letih.
Hanyalah Hasan, yang sore itu lebih memilih jalan kaki dari pusat perbelanjaan dekat kantornya menuju pesantren anaknya. Sambil refreshing, menghilangkan jenuh. Di tepi jalan itulah, tiba2 matanya menangkap sesosok pemuda berdiri dengan kantong plastik merah. Mukanya menunjukkan muka2 menunggu seseorang.

Dari pada sendiri melamun, pikir Hasan, lebih baik dia ngobrol sedikit dengan pemuda itu.
"Salamualaykum.."sapa Haasan ramah menghulurkan tangannya.
"Alaykumsalam warohmatullah.." jawab pemuda itu singkat. Dia masih muda, sekitar 25 tahunan.
"Sedang menunggu kawan de'?"tanya Hasan
"Hm.. sedang nunggu istri Mas" jawabnya singkat
" (Hm.. sudah beristri rupanya..") Hasan berkata dalam hati.
"Istri sampeyan dimana?"
"Di mesjid itu, lagi ikut kajian kamis sore. Biasalah mas, kegiatan para istri.. Kalo istri mas berminat, bisa ikutan kok. gratis, tambah ilmu lagi". Timpal pemuda itu agak panjang.
"Iya, mungkin kalau istri saya masi hidup, dia akan suka pergi ke mesjid itu.."
"Y Allah.. Innnalillah..maaf Mas.. jadi bikin sampeyan sedih"
"Gak kok, bukannya yang hidup pasti mati..seperti kita ntar nyusul juga kesana.." Hasan dengan sok tegar.
"Mas ndak nikah lagi Mas?"Tanya pemuda itu.
"Hh... entahlah. Rasanya Allah mungkin hanya memberikan jodoh itu untuk saya sekali saja. Hidup saya habis untuk kerja, kerja dan kerja. Sisa dikit untuk anak saya satu2nya.. Dulu waktu masih bujang, pengen banget punya istri, punya anak, punya rumah.. Sekarang sudah keturutan semua. Tapi istri saya diambil duluan. Rasanya entahlah..hidup ku ini kok ya kayak nganggur aja" Hasan bercerita tentang apa yang dia rasakan. Entah kenapa rasanya nyaman cerita dengan pemuda yang baru dia kenal itu.
"Kenapa ndak nikah lagi Mas?" tanya pemuda itu lagi
"Belom ketemu jodohnya.. Aku pengin nyari istri seperti istriku, yang bisa mengerti aku seperti dia mengerti aku"Kata Hasan lagi
"Ah, sampeyan ini Mas. Lha wong dua orang kembar aja wataknya belom tentu sama kok, sampean ki mau nyari orang lain yang sama, ya kapan nemunya?"
" Memang.. tapi selama ini banyak yang deket, tapi ndak ada yang bisa ngertiin aku seperti istriku, masa aku mau asal comot" Jawab Hasan.
"Bukan asal comot.. memang jelas kriteria mencari istri menurut ajaran agama kita memang yang baik agamanya, baik keturunannya, kaya, cantik. dan sebagainya..bibit, bebet, bobot. Tapi Mas.. yang namanya syarat kan ndak harus mutlak. Ndak harus urut kalau belom bisa urut.. Bukankan tugas kita sebagai lelaki untuk memperbaiki, kalau ternyata wanita yang kita nikahi kurang baik. Kita yang harus mendidik, jika wanita yang kita nikahi kurang ilmu..Kita yang harus mempercantik dia dengan kasih sayang kita jika dia kurang cantik, Kita yang harus memperkayanya dengan syukur pada Allah jika dia kurang kaya.."
Hasan termenung sejenak.. Berpikir..
"Owh.. mungkinkan aku terlalu tinggi menetapkan syaratku ya?" Tanya Hasan.
"Itu sampeyan tanya diri sendiri aja Mas.." Pemuda itu tersenyum kecil.
Kemudian Hasan bertanya hal yang dari tadi ingin dia tanyakan, karena kelihatan sekali pemuda itu sangat santai mengenai masalah isteri.
"Bentar2.. kalau istrimu gimana de'? apa dia nggak cantik?nggak kaya?bukan keturunan orang baik2? gak pinter juga?" tanya hasan yang dibalas dengan senyum lebar pemuda itu.
"Istriku itu Mas.. wanita tercantik di dunia ini..sangat cantik, baik dalam gelap maupun terang" jawab pemuda itu.
"Nah.. tuh, kamu juga suka yang cantik2.. Terus? Kaya kan?"
"Pasti. Dialah wanita terkaya dalam hidupku.. Yang selalu mengingatkan aku, betapa miskinnya aku di depan dia.. Jadi aku menghargainya sebagai istri dan orang yang kaya. Baik dalam senang maupun susah"
"Wah2.. kalao gitu aku juga mau" Timpal hasan diiringi gelak tawa mereka berdua. Bersamaan dengan itu muncullah di depan mereka sosok wanita manis, berkaca mata , berjilbab lebar dengan tongkat kecil di tangannya.
Pemuda itu segera menghampirinya..Kemudian menuntunnya ke arahku.
"Nih Mas, kenalkan istriku..katanya dengan senyum lebar"
Wanita itu hanya tersenyum simpul..menangkupkan ke dua tangannya di dada sebagai salam dan tersenyum ke samping kanannya.
"Ehm.. diajeng.. Orangnya di sebelah kiri diajeng.., Mas dia ucapkan Assalamualaikum sama sampeyan.."
"Alaykumsalam...MasyaAllah..............." Hasan hanya melongo. Diam tak bergerak. Dia tak mampu melihat..tak mampu berbicara..hanya tangannya yang bergerak2 kecil ke arahku..
"Udah dulu Mas ya.. kami pulang dulu.. semoga Allah cepat memberikan jodoh buat sampeyan.. Assalamu'alaykum.."
"Alaykumsalam..warohmatullah..."
Hasan seperti orang habis kesambet, melongo..
Ya Allah.. pemuda itu menyadarkanku. Bahkan selama ini aku hanya melihat perempuan dari mataku, hatiku buta karena gerlap dunia. Padahal wanita tadi di mata pemuda itu adalah yang tercantik di dunia. Tentulah Kau bukakan mata hatinya y Allah.. Wanita itu juga terkaya sedunia.. Tentulah dia ahli syukur atas nikmatMu ya Allah.. Sedangkan aku?? Hanya pengeluh yang sering lupa dengan semua anugerahmu, bahkan melihat dengan mata keduniawian. Bersyukur dalam sujud, kemudian lupa di saat masalah datang padaku. Lupa bahwa engkau telah memberiku banyak hal.
Dua titik bening titik bening jatuh di pipi Hasan.
Zulfah, semoga engkau dalam cintaNya.. Mungkin aku mulai lupa akan kata2mu dulu, bahwa akan ada penggantimu, hanya aku yang buta dan tuli oleh duniaku.

Hasan melangkah, menuju pesantren Umar yang tinggal beberapa puluh meter lagi.



Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah s.a.w.bersabda:
"Tiga perkara siapa yang memilikinya Allah akan melindunginya dibawah lindungan dan Allah akan memberi rahmat kepadanya, serta memasukkannya ke syurga, yaitu: orang2 yang apabile diberi sesuatu nikmat ia bersyukur, apabila ia mampu membalas akan memaafkan, apabila dia marah,akan menahan kemarahannya"

Monday, January 19, 2009

Am I crazy yet???

It sounds so crazy
When I trust a person like I do to my self
When peaople around me tell me about him
What ever it is.. Only God knows
And my heart ofcourse

I -till this time- still trust you, Like I trust the next sun rise tomorrow morning
Still be myself and keep moving towards my destiny
Reaching everyseconds of my chance to get to know you
Eventhough it's hard to believe sometimes

But you
just like a daffodile in the end of winter
Starting spring in my life
So I can see the sun, rising up for the second time
This world, rotates again after it stopped for long time

It's like hundred years of waiting till that day
But it's always very exciting to me
eventhough we still don't know what gonna happen is
Just let's never stop hoping for the best to us

To someone who helped me on my decision, deep down inside this heart.. Iam proud of you, And I'll always be.. Take care u there..

Ketika aku harus jujur..

Pukul 10 malam.
waktunya tidur untuk orang2normal, ketika Madam memintaku menarik jari2 kakinya. Konon ini sudah menjadi obat atau tepatnya candu buat da, karena tak pernah terlewatkan sealampun tanpa sentuhan tanganku, hihihi. Parah!
Seperti biasa dia akan curhat tentang tempat kerjanya, krisis yg terjadi ataupun rencana2 liburan. Malam itu kami membicarakan rencana ke Pulau Tioman. Ahh..penginnya..aq ikutan. Kemungkinan besar harus ditempuh lewat jalur udara mengingat kondisi fisikku yang aneh bin ajaib, naik becak aja bisa mabuk. Apalagi ke Tioman, perjalanan lautnya harus empat jam. Sama dengan ke pulai Pemanggil, yang akhirnya aku teler muntah sampe yang keluar warna kuning ijo, hiiii...weeks byorr..
Yang membuatku kemudian berpikir adalah trip itu akan dilakukan pada saat liburan maret nanti. Duh.. rasanya dag dig dug aku mau menyatakan niat kepulanganku. Akhirnya nyeplos juga dengan sedikit ragu-ragu:
"Ibu.. I think I am going home this march.." suaraku bak hilang dikerongkongan.
Sontak madam bangkit duduk
" What?? no kidding.. hah? I paid all ur insurance already.. Why did u do this to me? ketuk pala km nak balik kampung.." Kata madam dengan nada agak tinggi.
" Hm.. this is serious.. I mean it, i wan to go home this march?"
" Can't u wait for 6 more months??"
"Iam afraid I can't.."
Tuhan, entah salah atau benar, namun berkali kutanyakan padaMu tentang hal ini,dan kau menuntunku ke arah ini. kami diam sejenak, kemudian madam berkata lagi. Aku masih menarik jempol terakhirnya.
"Talk to Bapak now, if u mean to. The faster u tell him, is better.."
Duh. Inilah yang paling aku takutkan. Panggil aku chicken, tapi hal yang kulakukan memang sudah keterlaluan.
Akhirnya malam itu aku duduk seperti seorang terdakwa (meskipun memang pernah mengalaminya di PN Ponorogo.. yg nih lebih nakutin!). Argumentasi entah berujung dan berpangkal dimana malam itu. Yang jelas aku meyakinkan mereka bahwa aku akan baik2 saja di sana, menemukan pekerjaan baru, dan ga akan menyesal balik ke rumah. Meskipun Bapak berat melepas, dengan segala alasannya. Namun ga ada yang bisa mencegah ketika keputusanku sudah bulat. Tentang alasan kenapa aku pulang leih dari tiga kali Bapak tanyakan padaku.
"I will release you, but give us the best reasons why you must go home this early.. Does anyone offer u better salary?" Bapak dengan nada khasnya
"Ya.. you better be frank, If anyone offers u better salary, u must take it. But you must tell us.." Timpal ibu.
Runtuh..hatiku saat itu. Aku berkhianat, itu yang aku tahu. Ini bukan karena offer dari manapun, bukan karena gaji lebih tinggi, bukan karena seperti apa yang mereka tanyakan. Ini adalah pilihanku yang tertunda sekian lama. Bersabar menjadi sebuah lilin yang mencoba bertahan dengan api menyala meskipun di tengah badai. (wess..w.s. rendra kalah..). Semua mengalir malam itu, aku bercerita panjang tentang sebenarnya aku, mengapa sampai di sini, dan segala masalahku. Alhamdulillah..meskipun alot, terurai juga keinginanku.
Detik2 terakhir terlontar juga pertanyaan bapak apakah sebenarnya aku sudah muak jadi pembantu. Spontan ku jawab: "Yess.. that's also my reason.." Thuink! Tentu saja bapak sama sekali ga setuju dengan alasan ini. Perasaan muak ini akan membuatku mengambil keputusan dengan emosi, dan banyak lagi akibat di dalamnya. Beliau juga takut nantinya aku merepotkan orang rumah, bukankah lebih baik tinggal di sini, semua bebas dilakukan, ga jadi beban.. Tapi Tuhan.. Tempatku bukan di sini..

Dan terakhir kali bapak bilang: "I can sense.. somebody offers you something special at home... even though you don't want to tell me.."
Pembicaraan ditutup.. ga pake doa penutup majlis.. Hihihi.. pukul 11.30 malam.

Akhirnya..kutepati janjiku beberapa bulan yang lalu.. (InsyaAllah)
Semoga pilihanku benar, semoga kakiku kuat untuk menempuhnya, meskipun aku tahu kerikil tajam menantiku...

Tuesday, January 13, 2009

AWAS CRAB!

Akhirnya nulis lagi setelah berhari-hari atau tepatnya berminggu2 vacoom sibuk dengan hati sendiri. Kali ini ada sebuah pelajaran bagus yang saya dapat dari Keppel Towers tempat Adam Khoo dan kawan2nya bercokol. Masuk gedungnay millionaire muda, ah, rasanya ngiri. Bisa punya gedung megah di kawasan se bagus ituh. Siapa yg ga tau Keppel Towers. Elit jelas, bisa kita lihat dari biaya Electronic Parking Systemnya. Kalau satu jam sudah lebih dari $1'80 berarti gedung itu bisa dikatakan elit. Sejajar dengan pusat elektronik di Sim Lim building.
Sebuah siang habis dhuhur beberapa waktu yang lalu. Ini hasil translatenya, kalo pakai bahasa london ntar banyak yg protes lagi.
Singkat saja, seorang pembicara seminar mini tentang motivasi dsitu bercerita tentang seorang nelayan (katakanlah dari indonesia) yang bertemu dengan seorang turis dari Irlandia.
Nelayan tersebut kebetulan menangkap sekerenjang kepiting. Diletakkannya keranjang kepiting itu di pantai, kemudian dia beristirahat.
Tak berapa lama kemudian datanglah turis dari Eropa yang menghampiri nelayan itu.
" Cak, kok kepitingnya ndak di tutup yo opo se? gak podo lari nanti??" Tanya si turis dengan logat Ireland nya..(emang logat org irlandia kdang kyak orang malang kuk, maksa........)
" Ga masalah, gak bakal dia mampu lari, buktikan aja nek ga percoyo. Aku tak pulang sebentar, tolong tungguin ya, bentarv lagi ada tengkulak beli". Jawab si nelayan se enaknya sambil lalu.

Si turis merasa tertantang dibuatnya. Apa iya sekeranjang kepiting yang endut2 itu akan bertahan di dalam dan ga keluar2?? Kemudian denagn sabar dan seksama, dia menjaga keranjang kepiting itu. (Ni turis rada o'on tapi cukup curious loh). Setelah satu jam berlalu, herannya tak satupun kepiting keluar dari keranjang ituh. Hebat! Pikirnya! Ternyata si nelayan benar, tak satupun kepiting itu yang tentunya masih pada hidup dan merangkak2 keluar dari keranjang. Magic apa yang si nelayan ini gunakan. pikirnya dalam hati.

Sejurus kemudian datanglah si nelayan dengan tengkulak yang akan membeli kepiting.
"Yo opo cak, gak keluar kan kepitingnya??" Tanya si nelayan penuh kemenangan
"Yes, bener2.. ga keluar satupun. Anyway.. Sampean gawe jampi2 opo se cak?" Tanya si turis penasaran.
Si nelayang hanya senyum tipis dan mengangkat keranjang kepiting itu, menyerahkannya pada tengkulak sambil berkata:
" Cak, kepitingpun sama dengan kelompok manusia egois. Ndak akan rela kalo sodaranya lebih baik dari dia.. Kasarane, kalo mau ke neraka..ya mangga sama2. Kalo mau k surga, aq aja, kalian gausah ikut.."
Si turis manggut2..sambil melongo..kira2 paham ga yah dia??


Intinya kawan2..
Kadang dalam berkawan kita merasa kawan kita lebih dari kita atau sebaliknya. Di sinilah point yang harus kita waspadai. Berhati2 dalam bergaul adalah penting, meskipun bukan berarti kita harus memilih2 dalam berkawan. Dengan siapapun boleh saja,a sal batasa antara kita jelas. Kalau kita temukan kawan yang seperti kepiting ini, dimana mereka akan menarik tiap langkah kaki kita ke bawah setiap kali kta mencoba merangkak menuju ke arah yang lebih baik, bukankan lebih baik kita tinggalkan kawan tersebut, komunitas tersebut.
Memang kadang sangat sulit untuk kita meninggalkan apa yang sudah kita dapatkan, apalagi sebuah kominitas yang kita sebut persahabatan. Namun adakalanya kominitas tempat kita tidak mendukung kita menuju masa depan yang baik. Malah komunitas itu menjadikan kita makin terpuruk ke lembah hitam, yah..seperti kepiting tadi. Yang tidak akan bisa keluar dari keranjang karena sekali kita merangkak keluar, kaki kita akan ditarik balik oleh kominitas tempat kita yang tidak membangun.

So, sekedar saling mengingatkan saja..
crabs are everywhere.. Watch out!

In a nut shell

Jika Allah yang menolong kamu, maka tiadalah yang dapat mengalahkanmu, jika Allah membiarkan kamu (tidak menolongmu)maka siapakah yang dapat menolong kamu selain Allah. -Ali Imran 160